Sabtu, 04 Februari 2012

Alam Nagari Gauang

Nagari Gauang merupakan salah-satu nagari yang tergabung dalam kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Secara georafis memiliki latar belakang alam yang berbukit, berlembah dan dataran yang umumnya membentang berupa sawah dan gurun. Berpenduduk sekitar 2500 jiwa, mata pencaharian masyarakatnya mayoritas petani, dan sekitar 10 persen diantaranya hidup merantau.

Nagari yang juga tergabung dalam kawasan Kubuang Tigobaleh sebagaimana telah dijelaskan dalam Tambo Alam Minangkabau ini, memiliki cirikhas sendiri dan bahkan terkesan unik. Masyarakatnya hingga sekarang masih memegang teguh nilai-nilai Islam, adat istiadatnya pun terbilang cukup kental. Maka tak jarang pada saat-saat tertentu pelaksanaan berbagai ritual adat dan agama bisa bisa disaksikan di daerah ini, seperti diantaranya tradisi mauluik menggunakan rebana dan kitab baranzanzi, rayo tampek, basimbua ke batu batuduang, batulak bala, serta lain sebagainya.

Gauang terbagi dalam tiga jorong diantaranya jorong Bansa, Gelanggang dan Gando, dengan ibu nagarinya jorong Bansa. Memiliki sebuah Masjid tua bernama Masjid Raya Gauang, didukung 12 surau yang tersebar di setiap penjuru. Sebagai sandaran hidup bagi masyarakat, Gauang memiliki hutan cukup luas yang berbatasan dengan daerah Saok Laweh, Panyakalan, Sei Lasi, Taruang-Taruang, serta hamparan sawah mengandalkan sumber mata air dari hulu hutan dan Bukit Tandang. 

Dalam urusan adat, Gauang berada dalam pengawasan tiga datuak atau Penghulu dari tiga suku (caniago, Supanjang dan Koto), yang dibantu masing-masing Manti, Malin dan Dubalang adat. Memakai keselarasan Bodi Caniago dan Koto Piliang. Setiap muncul persoalan selalu diupayakan penyelesaiannya di tingkat bawah, namun jika tak tuntas maka dilanjutkan ke sidang adat. Biasanya setiap anak-kemenakan yang terbukti melanggar adat/ hukum adat, dikenai sangsi berupa penyemblihan seekor kambing sebagai wujud permintaan maaf pada masyarakat. Pelaksanaannya digelar secara adat, disertai rutual khusus sebagaimana telah diwariskan nenek moyang mereka terdahulu. Namun ini akan diberlakukan sesuai kesepakatan para tukoh dan pemangku adat, tergantung besar kecilnya masalah yang telah diperbuat.

Dibidang agama, ternyata di nagari ini juga cukup kental, umumnya masyarakat setempat penganut tareqat naqsabandiyah. Di Jorong Bansa terdapat maqam syekh Imam Maharajo, yang mana menurut warga beliau dahulu diyakini sebagai guru besar penyebar Islam pertama kali di kawasan Kubuang Tigobaleh. Lokasi maqam mekuburan Syekh Imam Maharajo dianggap keramat dan sakral, sehingga pada bulan syafar digelar kegiatan basyafa kecil ke lokasi pemakaman tersebut sebelum ke maqam Syekh Burhanuddin di Ulakan Pariaman.

Demikian sekilas informasi tentang Nagari Gauang, untuk lebih lanjutnya tunggu kami di rubrik menarik berikutnya. red